
Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Kota Samarinda menunjukkan tren cukup stabil pada periode 2021–2023 dengan nilai sekitar 67–69, namun mengalami penurunan pada tahun 2024 menjadi 62,57. Komponen yang paling berkontribusi adalah perempuan sebagai tenaga profesional yang terus meningkat dari 41,27% pada 2021 menjadi 46,51% pada 2024. Sementara itu, sumbangan pendapatan perempuan relatif stagnan di kisaran 30–31%. Di sisi lain, keterwakilan perempuan di parlemen tetap rendah, bahkan turun signifikan dari 15,56% (2021–2023) menjadi hanya 8,88% pada 2024. Kondisi ini turut memengaruhi penurunan nilai IDG di tahun terakhir.
👉 Secara umum, pemberdayaan perempuan di Samarinda cukup baik di bidang profesional dan kontribusi ekonomi, namun masih menghadapi tantangan besar dalam hal representasi politik.
ANALISIS SWOT | URAIAN |
|---|---|
Strengths (Kekuatan) | - Peningkatan perempuan sebagai tenaga profesional dari 41,27% (2021) menjadi 46,51% (2024). - IDG relatif tinggi pada 2021–2023 (67–69). |
| Weaknesses (Kelemahan) | - Keterwakilan perempuan di parlemen rendah dan turun drastis dari 15,56% (2021–2023) menjadi 8,88% (2024). - Sumbangan pendapatan perempuan stagnan di kisaran 30 – 31%. |
| Opportunities (Peluang) | - Potensi peningkatan peran perempuan di sektor profesional dapat memperbesar kontribusi ekonomi. - Dukungan kebijakan afirmatif bisa meningkatkan keterwakilan politik perempuan. |
| Threats (Ancaman) | - Penurunan tajam keterwakilan politik berisiko melemahkan IDG di tahun-tahun berikutnya. - Kesenjangan upah atau terbatasnya posisi strategis bagi perempuan bisa menghambat pertumbuhan kontribusi pendapatan. |